Tampilkan postingan dengan label Info Gank Motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Gank Motor. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Mei 2012

Geng Motor di Garut Keroyok Mahasiswa

 Geng Motor di Garut Keroyok Mahasiswa .Dua mahasiswa di Garut, Jawa Barat, dikeroyok kawanan geng motor, Rabu (2/5). Akibatnya korban terluka dan kritis karena menderita luka di kepala.

Setelah dikeroyok, korban yang belakangan diketahui bernama Yogaswara (23), warga Kampung Gandasari, Desa Mangku Rakyat, Kecamatan Cilawu, langsung dibawa ke RSUD Bayongbong Garut. Dia menderita luka di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul. Sedangkan seorang korban lainnya menderita luka memar.

Orangtua korban tidak menduga anaknya menjadi sasaran geng motor karena tidak bermasalah dengan siapa pun. Keluarga korban berharap polisi segera mengungkap dan menangkap pelakunya. sumber:http://berita.liputan6.com/read/396203/geng-motor-di-garut-keroyok-mahasiswa
 Geng Motor di Garut Keroyok Mahasiswa 

Geng Motor Serang Rumah Warga

Geng Motor Serang Rumah Warga 
Geng motor kembali berulah. Sabtu malam, 5 Mei, sebanyak 25 orang anggota geng motor menyerang warga Jalan Pelita Raya, Makassar. Sebuah counter handphone menjadi sasarannya. Penyerangan yang diduga akibat adanya pemukulan terhadap seorang anggota geng motor itu menyebabkan warga, Muchlis, luka di bagian tangannya.

"Semalam memang ada penyerangan. Dua orang pelaku berhasil kami amankan setelah dilakukan penyisiran pasca penyerangan berlangsung. Pelaku lainnya juga masih kami kejar. Identitasnya sudah kami ketahui," kata Kapolsekta Rappocini, AKP Ahmad Mariadi, Minggu, 6 Mei, siang kemarin.

Informasi yang diperoleh, kejadian tersebut diduga merupakan motif balas dendam. Seorang anggota geng motor dipukul di lorong disebelah. Pelaku berjumlah 25 orang kemudian kembali menyatroni ke lokasi tersebut. Ironisnya, mereka justeru menyerang lorong sebelah.

Sebuah counter handphone mereka rusak. Counter tersebut dirusak dengan cara dipukul menggunakan parang. Pelaku juga melepaskan anak panah. Korban, Muchlis, yang sedang berada di counter menjadi sasarannya. Tangannya kirinya ditebas parang.

Usai beraksi para pelaku meninggalkan lokasi. Warga setempat melihat korban terluka langsung dibawa ke RS Faisal, yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Warga juga melaporkan kejadian tersebut ke Polsekta Rappocini.

Petugas kepolisian yang mendapatkan laporan langsung turun ke lokasi kejadian. Setelah meminta keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian, petugas melakukan penyisiran. Dua orang anggota geng motor berhasil diamankan.

Mereka yang diamankan adalah Muh Akbar Ismail, 19 tahun yang masih berstatus pelajar SMK Tunggal 45 dan Sudirman, 19 tahun, yang berstatus sebagai pelajar SMA Nahdiat. Hingga siang kemarin, kedua pelaku masih mendekam di sel Polsekta Rappocini. sumber:http://www.fajar.co.id/read-20120506194335-geng-motor-serang-rumah-warga

Geng Motor Serang Rumah Warga 

Geng Motor Medan Mengamuk


 Geng Motor Medan Mengamuk
Geng motor kembali beraksi Jalan Pattimura, Medan, Minggu (6/2) dini hari. Mobil Honda Jazz silver BK 1023 HV dengan logo Pemprov Sumut di pelatnya beserta empat penumpangnya, dan mobil KIA warna hitam BK 1156 menjadi korban.

Kejadian ini berawal ketika para pengendara mobil sedang berkumpul di Petronas, Jalan Patimura. Tiba-tiba saja ratusan anggota geng motor, yang mengendarai berbagai jenis sepeda motor, melakukan penyerangan.
Kasir di mini market Petronas mengatakan, kejadian tersebut berawal sekitar pukul 01.00 WIB. Tiba-tiba datang sekelompok orang berboncengan mengendarai sekitar 50 sepeda motor masuk ke Petronas melakukan penyerangan kepada pengendara mobil  Jazz dan KIA.

"Aku tak tahu persis kejadiannya, karena aku di dalam," ujar kasir tersebut.

Ia mengatakan, para pengendara mobil tersebut kerap kumpul di Petronas pada malam hari. Bisa dibilang, katanya, dalam seminggu tiga atau empat kali mereka berkumpul di Petronas.
Sementara, dua penjaga malam perumahan di sekitar Petronas mengatakan, para geng motor tersebut datang dari arah USU dan langsung masuk ke Petronas membawa batu, kelewang, dan benda keras lainnya. Mereka langsung melakukan penyerangan.

"Ngeri kali. Waktu orang itu menyerang, aku baru keluar dari minimarket. Mereka membabi buta melakukan pemukulan. Tapi kayaknya mereka tandai siapa yang mau dipukul, buktinya aku tidak kena pukul padahal aku di TKP," kata penjaga malam tersebut.

Penjaga malam tersebut mengatakan, sebelum para geng motor tersebut datang, pengendara mobil Jazz ribut dengan seorang wanita, yang menggunakan rok span motif bola-bola berwarna biru gelap.

Tak lama berselang, sekelompok orang dari arah USU datang membawa berbagai macam senjata. "Mereka datang berboncengan. Yang dibonceng langsung turun melakukan penyerangan, menggunakan batu, parang, balok, kelewang terhadap pengendara mobil. Sempat dipisahkan satpam, tapi satpamnya sendiri dilempar pakai balok," katanya.

Ia juga mengatakan, penyerangan tersebut seperti film mafia. Karena penyerangan tak seimbang, para pengendara mobil lari ke arah USU, dan geng motor melakukan pengejaran, sambil melempar mobil pakai batu.

Mobil Jazz menjadi bulan-bulanan geng motor di ujung Jalan Wahid Hasyim. Mobil tersebut rusak cukup parah. Kaca-kaca mobil berserakan dan banyak darah di dalam mobil.

Kejadian ini menjadi tontonan warga yang sedang melintas, namun tak ada yang berani mencertakan bagaimana penyerangan tersebut di lakukan oleh geng motor.

Sementara itu, para korban di dalam mobil dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Brimob. Tiga penumpang mobil tersebut mengalami luka serius terutama di bagian kepala.

Tiga korban tersebut masih duduk di bangku kelas III SMA di Santo Thomas. Tiga korban yang mendapat perawatan serius adalah Hans Natario (17), Daniel (17), dan Ranggut Tarigan.

Dari ketiga korban, ternyata Hans merupakan anak dokter Natario yang bertugas di RS Bhayangkara Brimob. Namun dr Natario belum mau memberikan komentar terkait anaknya yang menjadi korban kekerasan geng motor. Kapolsek Medan Baru Kompol Saptono mengatakan, saat ini masih dilakukan penyelidikan, karena korban masih di rumah sakit.

Ia juga mengatakan, jajarannya akan melakukan pengejharan terhadap geng motor tersebut. "Dugaan para pelaku tersebut merupaka geng motor," ucapnya.

Setelah mengetahui ada penyerang yang dilakukan geng motor, pihak Polsekta Medan Baru mengamankan tiga unit sepeda motor tak bertuan di Petronas.

Dua dari tiga unit sepeda motor tersebut adalah Mio BK 4233 OT, dan BK 1127 HX. Satu lagi Yamaha Jupiter BK 6591 CW. Sekitar pukul 03.00 WIB diamankan lagi sepada motor Mio BK 2877 ATT.
Diduga sepeda motor yang diamankan tersebut merupakan punya pelaku. Sementara itu, Yasri (nama minta di samarkan), seorang cashir di mini market petronas patimura mengatakan, ketiga sepeda motor yang diamnakan tersebut, tidak di ketahui kepunyaan siapa."yang pasti bukan punya karyawan atau konsumen ketiga sepeda motor itu," ucapnya singkat.

Kerap Bentrok

Tak hanya sesama geng motor, kelompok ini juga kerap bentrok dengan warga. Ketika pelaksanaan malam Imlek di kawasan AR Hakim Aksara, terjadi bentrokan antara anggota geng motor dan warga setempat.

Berdasarkan penelusuran , setidaknya  terdapat dua tempat kumpul geng motor di Kota Medan, yakni  Ring Road dan Simpang Empat Unimed Kompleks MMTC. Tak jarang di kawasan tersebut sering terjadi perkelahian antara geng dan balap liar. sumber:http://medannewstoday.blogspot.com/2011/02/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
Geng Motor Medan Mengamuk 

Geng Motor Berpita Kuning Beraksi

 


 Geng Motor Berpita Kuning Beraksi
Gerombolan orang tak dikenal melakukan perusakan di delapan titik di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Pusat, Jumat 13 April 2012. Dari keterangan sejumlah saksi, mereka menggunakan tanda pita kuning di lengan baju sebelah kiri.

Persiapan gerombolan geng motor berpita kuning itu sempat terekam kamera CCTV sebuah SPBU di Kawasan Jakarta. Mereka terlihat mengisi bahan bakar untuk motor-motornya. Lebih dari 30 motor yang mengisi bensin saat itu.

Dari rekaman kamera, terlihat sejumlah orang membawa senjata tajam berupa pedang dan celurit. Sebagian dari mereka juga terlihat mengenakan pita kuning di lengan kirinya.

Bila melihat dari postur tubuh. Kebanyakan dari mereka yang ikut dalam aksi ini berbadan tegap. Gerombolan ini tidak terlalu lama berada di pom bensin itu.

Gerombol ini diduga kuat yang melakukan penyerangan dan perusakan di sepanjang Jalan Pramuka dan di minimarket 7-Eleven, Jalan Salemba Raya, Paseban, Jakarta Pusat, Jumat dini hari, 13 April 2012.

Satu korban bernama Anggi Darmawan, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Korban mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya.

Gerombol bermotor yang berjumlah 200 orang itu datang dari arah Matraman, sambil menenteng senjata tajam. Sejumlah warga bahkan melihat beberapa dari mereka mengacung-acungkan senjata api.

Kepolisian Daerah Metro Jaya bahkan mendapat laporan, bahwa kelompok orang tak dikenal itu sudah mengamuk dan melakukan perusakan di sejumlah kawasan di Jakarta Utara, sejak pukul 01.30 WIB.

Lokasi pertama yang menjadi sasaran adalah sekitar kantor PT DOK Bayu Bahari, Jalan Industri Pelabuhan Tanjung Priok. Berlanjut sekitar pukul 01.40 WIB, di Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebagian dari mereka bertindak anarkis dengan melempari kantor polisi dengan batu.

Sekitar pukul 01.45 WIB, kelompok ini mengamuk di kawasan Pasar Warakas, dan sekitar pukul 01.50 WIB, sejumlah orang yang sedang duduk-duduk di depan toko bingkai Jalan Warakas Raya. Dan pada pukul 02.00 WIB, gerombolan ini merusak Pos Volker.

Setelah di kawasan Jakarta Utara, kelompok ini kemudian bergerak ke kawasan Jakarta Pusat, dan menyerang orang di sekitar Jalan Raya Pramuka dan minimarket 7-Eleven, Salemba. sumber :http://metro.vivanews.com/news/read/305211-video-cctv--geng-motor-berpita-kuning-beraksi
 Geng Motor Berpita Kuning Beraksi

Kamis, 03 Mei 2012

TNI AL Bantah Terlibat Gank Motor


bentrokan (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

TNI AL Bantah Terlibat Gank Motor
Markas Besar TNI Angkatan Laut membantah anggotanya yang melakukan penyerangan di beberapa titik di wilayah Jakarta Pusat semalam. Dalam penyerangan itu yang diduga dilakukan geng motor itu, satu orang tewas.

"Saya sudah kroscek ke Panglima tidak ada itu. Saya sudah berkali-kali bantah. Tidak ada hubungan," kata Kepala Pusat Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati dalam perbincangan dengan

Untung menegaskan, ciri-ciri para penyerang berambut cepak itu jangan lalu diidentikkan dengan anggota TNI. Karena pria berambut cepak itu bisa siapa saja.

"Disebutkan itu kan rambutnya cepak, kaos militer. Saya balik tanya memangnya begitu tentara? Sekarang sudah jadi tren. Siapa saja bisa berpenampilan rambut cepak," kata Untung.

Untung menegaskan, militer itu bersifat komando. Jadi sangat tidak mungkin ada perintah penyerangan dari panglima atau dari atasannya. Insiden penyerangan bukan hanya terjadi semalam, tapi sudah sekitar tiga kali peristiwa. Untung juga membantah ada anggota TNI AL melakukan penyerangan-penyerangan itu.

Geng motor kembali beraksi. Ratusan pengendara motor menyerang sekelompok orang yang tengah berkumpul di minimarket 7-Eleven, Jalan Salemba Raya, Paseban, Jakarta Pusat, Jumat 13 April 2012. Satu orang tewas, beberapa lainnya mengalami luka parah. sumber : http://www.centroone.com/news/2012/04/2s/geng-motor-pembunuh-marinir-tertangkap/
TNI AL Bantah Terlibat Gank Motor

Gank Motor di Brondong Tembakan, 2 TNI Terluka


Gank Motor di Brondong Tembakan, 2 TNI Terluka
 Sekitar 200 pengendara sepeda motor menyerang sekelompok orang yang sedang berkumpul di minimarket 7-Eleven di Jalan Salemba Raya, Paseban, Jakarta Pusat sekitar pukul 02.30 WIB Jumat 13 April 2012. Akibat aksi brutal itu, satu orang tewas dan beberapa orang lainnya mengalami luka parah. Siapa kelompok ini, belum diketahui.

Berselang sejam kemudian, sekitar pukul 03.00 WIB, aksi kekerasan kembali terjadi. Kali ini terjadi di Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Kelompok yang berkonvoi dengan sepeda motor dan menyerang minimarket 7-Eleven itu tiba-tiba diberondong tembakan dari dalam sebuah mobil Toyota Yaris. Akibatnya, dua pengendara sepeda motor terkena tembak. Belakangan diketahui, mereka adalah anggota TNI.

Setelah memberondong tembakan, pelaku langsung kabur ke arah Rawa Sari dan masuk tol antara tol Rawa Sari dan tol Rawamangun. Kedua korban penembakan dilarikan ke Rumah Sakit Gatot Subroto.

Insiden tersebut dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto. "Tim kami sedang mendalaminya," katanya.

Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Untung Suropati, juga membenarkan ada anggotanya yang tertembak dinihari tadi. "Satu anggota kami tertembak dan satu lagi dari Angkatan Darat," katanya kepada VIVAnews.

Dua prajurit TNI itu adalah Pratu Apm Sugeng Riyadi, anggota lembaga farmasi TNI AL; dan Prada Akbar Fidi Aldian dari Yonif Linud 503 Kostrad.

Namun dia membantah aksi kekerasan yang terjadi di minimarket 7-Eleven itu melibatkan anggota TNI AL. Dia juga membantah serangkaian aksi kekerasan geng motor belakangan ini melibatkan prajuritnya. "Semalam itu kami jadi korban, kok jadi dikatakan pelaku?" dia balik bertanya.

Untung menyatakan, untuk mengusut kejadian itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian.

Lalu, apa pasal sehingga dua anggota TNI bisa tertembak dinihari tadi?
"Justru di situlah masalahnya. Karena kami sebagai korban, jadi silakan tanya ke Polda, kenapa bisa ada penembakan," kata Untung. "Kejadian tanggal 31 Maret (anggota TNI AL tewas dikeroyok geng motor) itu kan belum tuntas. Ini jadi pekerjaan rumah yang kedua buat polisi."
Sekitar 200 pengendara sepeda motor menyerang sekelompok orang yang sedang berkumpul di minimarket 7-Eleven di Jalan Salemba Raya, Paseban, Jakarta Pusat sekitar pukul 02.30 WIB Jumat 13 April 2012. Akibat aksi brutal itu, satu orang tewas dan beberapa orang lainnya mengalami luka parah. Siapa kelompok ini, belum diketahui.

Berselang sejam kemudian, sekitar pukul 03.00 WIB, aksi kekerasan kembali terjadi. Kali ini terjadi di Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Kelompok yang berkonvoi dengan sepeda motor dan menyerang minimarket 7-Eleven itu tiba-tiba diberondong tembakan dari dalam sebuah mobil Toyota Yaris. Akibatnya, dua pengendara sepeda motor terkena tembak. Belakangan diketahui, mereka adalah anggota TNI.

Setelah memberondong tembakan, pelaku langsung kabur ke arah Rawa Sari dan masuk tol antara tol Rawa Sari dan tol Rawamangun. Kedua korban penembakan dilarikan ke Rumah Sakit Gatot Subroto.

Insiden tersebut dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto. "Tim kami sedang mendalaminya," katanya.

Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Untung Suropati, juga membenarkan ada anggotanya yang tertembak dinihari tadi. "Satu anggota kami tertembak dan satu lagi dari Angkatan Darat," katanya kepada VIVAnews.

Dua prajurit TNI itu adalah Pratu Apm Sugeng Riyadi, anggota lembaga farmasi TNI AL; dan Prada Akbar Fidi Aldian dari Yonif Linud 503 Kostrad.

Namun dia membantah aksi kekerasan yang terjadi di minimarket 7-Eleven itu melibatkan anggota TNI AL. Dia juga membantah serangkaian aksi kekerasan geng motor belakangan ini melibatkan prajuritnya. "Semalam itu kami jadi korban, kok jadi dikatakan pelaku?" dia balik bertanya.

Untung menyatakan, untuk mengusut kejadian itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian.

Lalu, apa pasal sehingga dua anggota TNI bisa tertembak dinihari tadi?
"Justru di situlah masalahnya. Karena kami sebagai korban, jadi silakan tanya ke Polda, kenapa bisa ada penembakan," kata Untung. "Kejadian tanggal 31 Maret (anggota TNI AL tewas dikeroyok geng motor) itu kan belum tuntas. Ini jadi pekerjaan rumah yang kedua buat polisi."

Sekitar 200 pengendara sepeda motor menyerang sekelompok orang yang sedang berkumpul di minimarket 7-Eleven di Jalan Salemba Raya, Paseban, Jakarta Pusat sekitar pukul 02.30 WIB Jumat 13 April 2012. Akibat aksi brutal itu, satu orang tewas dan beberapa orang lainnya mengalami luka parah. Siapa kelompok ini, belum diketahui.

Berselang sejam kemudian, sekitar pukul 03.00 WIB, aksi kekerasan kembali terjadi. Kali ini terjadi di Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Kelompok yang berkonvoi dengan sepeda motor dan menyerang minimarket 7-Eleven itu tiba-tiba diberondong tembakan dari dalam sebuah mobil Toyota Yaris. Akibatnya, dua pengendara sepeda motor terkena tembak. Belakangan diketahui, mereka adalah anggota TNI.

Setelah memberondong tembakan, pelaku langsung kabur ke arah Rawa Sari dan masuk tol antara tol Rawa Sari dan tol Rawamangun. Kedua korban penembakan dilarikan ke Rumah Sakit Gatot Subroto.

Insiden tersebut dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto. "Tim kami sedang mendalaminya," katanya.

Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Untung Suropati, juga membenarkan ada anggotanya yang tertembak dinihari tadi. "Satu anggota kami tertembak dan satu lagi dari Angkatan Darat," katanya kepada VIVAnews.

Dua prajurit TNI itu adalah Pratu Apm Sugeng Riyadi, anggota lembaga farmasi TNI AL; dan Prada Akbar Fidi Aldian dari Yonif Linud 503 Kostrad.

Namun dia membantah aksi kekerasan yang terjadi di minimarket 7-Eleven itu melibatkan anggota TNI AL. Dia juga membantah serangkaian aksi kekerasan geng motor belakangan ini melibatkan prajuritnya. "Semalam itu kami jadi korban, kok jadi dikatakan pelaku?" dia balik bertanya.

Untung menyatakan, untuk mengusut kejadian itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian.

Lalu, apa pasal sehingga dua anggota TNI bisa tertembak dinihari tadi?

"Justru di situlah masalahnya. Karena kami sebagai korban, jadi silakan tanya ke Polda, kenapa bisa ada penembakan," kata Untung. "Kejadian tanggal 31 Maret (anggota TNI AL tewas dikeroyok geng motor) itu kan belum tuntas. Ini jadi pekerjaan rumah yang kedua buat polisi." sumber :http://metro.vivanews.com/news/read/304312-geng-motor-diberondong-tembakan--2-tni-luka

Gank Motor Pembunuh Marinir Tertangkap

Rikwanto5

Gank Motor Pembunuh Marinir Tertangkap

Jakarta - Akhirnya pihak kepolisian berhasil membengkuk anggota gank motor yang menyebabkan anggota TNI AL bernama Arifin Sirih tewas.

"Pelakunya sudah ditangkap, inisialnya JRR. Dia ditangkap di Jakarta Utara," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/4/2012).

Menurut Rikwanto, tersangka yang berumur 21 tahun ini adalah warga Rawa Badak, Koja Jakarta Utara. JRR ditangkap pada Senin 9 April 2012.

Rikwanto menjelaskan, pihaknya telah menyita barang bukti di antaranya sebilah sangkur, sebuah bambu, pecahan beling botol bir, batu berlumuran darah, pecahan batu bata merah berlumuran darah, sebuah balok, dan sebuah pecahan kaca helm.

Arifin merupakan korban gank motor yang kembali beraksi membuat keresahan dan keonaran. Mereka bukan hanya mengganggu, tapi juga melakukan tindak kekerasan dengan mengeroyok, hingga membakar motor.
sumber: http://www.centroone.com/news/2012/04/2s/geng-motor-pembunuh-marinir-tertangkap/