Sumber: Youtube
Tampilkan postingan dengan label Motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motor. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 24 Desember 2011
Jumat, 23 Desember 2011
Senin, 19 Desember 2011
Suzuki Satria FU 150: ‘Ayam Jago’ yang Gampang Dimodif
Menurut Didi Nurhadi, builder D2M (Duffy Duck Motor), Jakarta, Suzuki Satria FU 150 sepeda motor bebek dengan tampang jantan. Tampilan dasarnya mempermudah modifikator seperti mengutak-atik lebih dalam. ”Kalau diibaratkan, Satria FU 150 adalah ‘ayam jago’. Model depan dan belakang sudah bagus, tenaganya oke, dan rangkanya kuat,” ujarnya.
Didi menambahkan jika bagian depan Suzuki Satria FU 150 sudah mempunyai nilai desain ciamik. Jika ingin memodifikasi, mungkin sentuhan akan lebih mengarah ke kaki-kaki dan bagian mesin. Biasanya pemilik Satria FU 150 meminta Didi untuk menambahkan kapasitas tenaga dan tampilan yang lebih mengarah ke drag style.
Seperti Ozi misalnya. Suzuki Satria FU 150 lansiran 2008 miliknya, kini, tak lagi standar. Tenaganya dinaikkan dengan mengoprek dapurpacu dengan part-part racing. Bagian kaki-kaki dipangkas lebih cungkring untuk memeroleh kesan pendek dan kencang. ”Yang penting tenaga dapat, dan style juga oke,” sahutnya.
Fenomena modifikasi Satria FU 150 ini jelas membuatnya menjadi incaran. Bahkan harga bekasnya masih tinggi karena masih banyak permintaan.
sumber:http://www.dapurpacu.com/suzuki-satria-fu-150-ayam-jago-yang-gampang-dimodif/
Honda Motor Sumbang 59 Motor buat Pelajar
Penyerahan bantuan berlangsung di Pabrik I PT Astra Honda Motor (AHM), Sunter, Jakarta Utara, Kamis (17/11) kepada kepala sekolah atau para perwakilan sekolah. Bantuan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sarana praktik pelajar dalam workshop atau laboratorium TSM, sekaligus wujud corporate social responsibility (CSR) AHM di bidang pendidikan.
Kristanto, Head of Corporate Communication AHM mengatakan, keterampilan para siswa diharapkan meningkat sesuai dengan perkembangan teknologi terkini di industri sepeda motor. "Kami berharap dapat ikut memberikan bekal yang lebih baik sehingga para lulusannya diharapkan akan lebih siap masuk ke dunia kerja," jelas Kristanto dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, hari ini.
Sepanjang tahun 2011, AHM telah mendistribusikan total 89 unit motor kepada SMK di seluruh Indonesia. Merek sayap mengepak juga mendonasikan sebagian motor untuk penelitian dan pengembangan pengetahuan otomotif di beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Gajah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, dan Institut Teknologi Bandung. sumber:http://otomotif.kompas.com/read/2011/11/18/14512939/Honda.Motor.Sumbang.59.Motor.buat.Pelajar
Selasa, 13 Desember 2011
Tes Ride Honda CBR 1000RR 2012
Minggu, 14 Agustus 2011
shogun vs vega @ stadion pacar jogja
you tube :shogun vs vega @ stadion pacar jogja
selamat menyasikan
selamat menyasikan
Sabtu, 16 Juli 2011
Mesin Minarelli Yang Serupa Yamaha V-Ixion Ternyata Buatan Indonesia
"Masyarakat sebelumnya hanya mengenal CHN sebagai produsen komponen pendukung OEM, seperti rem dan pelek. Padahal kami juga memproduksi mesin motor utuh yang dipasarkan di Eropa oleh Minarelli," ungkap Enton, Marketing Departement PT CHN.
“Sayangnya, pemerintah Italia memberikan proteksi bagi produsen sepeda motor. Undang-undang disana tidak memperbolehkan kami untuk mencantumkan negara pembuat. Jadi, blok motor yang kami buat hanya terdapat kode produksi saja,” ungkap Enton sedikit kecewa tidak bisa membawa nama Indonesia.
Mesin ini memiliki beberapa pilihan kapasitas mesin mulai dari 125cc seperti yang dipakai Rieju dan MH Motorcycle serta Yamaha YZF R125. Lalu ada yang 135cc seperti yang digunakan Yamaha Jupiter MX dan 150cc seperti yang digunakan pada Yamaha V-Ixion.
Tapi pada perjalannya, Motori Minarelli juga menjual mesin-mesin buatannya kepada pabrikan-pabrikan sepeda motor kecil di Eropa.Sumber:http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/04/20/318449/128/8/Mesin-Minarelli-Yang-Serupa-Yamaha-V-Ixion-Ternyata-Buatan-Indonesia
KANZEN MOTOR TANGGUH BUATAN INDONESIA
Bertahun-tahun bila saya tugas keluar kantor selalu tergantung kendaraan operasional kantor. Itupun kalau ada motornya, dan tidak sedang dipakai pegawai yang tugas luar juga. Lazimnya orang pasti memilih kendaraan yang terbaik. Jadi kalau keduluan orang lain, bisa dipastikan hanya kebagian motor yang ecek-ecek. Motcin yang nggak ada larinya atau skuter yang businya item melulu. Pokoknya bakal menderita sepanjang jalan kalo kebagian morbus (morbus = motor busuk). Jadilah saya “The Morbus Angel” alias Malaikat Motor Busuk. Biasanya gelar motoris khan keren-keren, misalnya “Ghost Rider”; “Speed Driver”; “Putra Petir” hehehe … emangnya gue Gundala sang putera petir. Gue belom pede pake “CD” diluar, boo… J
Suatu ketika, koperasi karyawan kantor (kopkar) menjalin kerjasama dengan produsen motor Kanzen. Motor lokal buatan PT Semesta Citra Motorindo (sekarang PT Inti Kanzen Motor), berteknologi Daelim dari negeri ginseng, Korea, yang dikomandani Rini Mariani Soemarno, mantan menperindag jaman presiden Megawati dan saudara kandung Ary Soemarno, dirut Pertamina sekar
ang. Dari aneka sumber bacaan, Kanzen merupakan prakarsa Rini MS sesudah melepas jabatannya selaku petinggi di PT Astra, yang salah satu produknya adalah motor berlogo sayap, Honda. Honda Jepang memberikan alih teknologi kepada pabrikan Korea, Daelim yang kemudian dipilih menjalin kerjasama dengan Kanzen disini. Tidak hanya Daelim tapi juga Samsung, Hanjin. Ternyata Samsung tidak hanya memproduksi barang elektronik, tapi juga merupakan produsen alat-alat berat, misalnya komponen mesin. Hanjin malah memasok onderdil untuk salah satu kontestan balap mobil Formula. Bukan itu saja yang menambah keyakinan saya memilih Kanzen sebagai motor tunggangan harian saya. Hasil tes lab uji publik yang dilakukan Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terhadap 38 sepeda motor jenis bebek bermesin 100 CC selama periode Maret-Desember 2002 makin memantapkan niat saya. Kanzen bersama barisan motor made in Jepun berhasil lulus uji tanpa catatan alias mulus. Kalau bisa beli motor berkualitas dengan harga miring, ngapain juga beli yang lebih mahal. Kita dukung produk buatan Indonesia. Brangkaattt… :D
Pada awalnya Kanzen merupakan motor berkonsep multisourcing. Bekerjasama dengan beberapa pabrik motor dan penyuplai komponen di kawasan Asia, seperti Jepang, Taiwan, Cina, Korea. Produk awalnya masih menyiratkan kemiripan dengan produk keluaran perusahaan tempat Rini mencari sesuap nasi dan sebakul pe
rmata. Maklum, ibu itu khan petinggi. Makan sesuap tapi pendapatan sebakul… kebalikan dari pekerjanya, makan sebakul tapi … kesejahteraan relatif terjamin gitu loh, emang gue mau nulis apa? J Eh kok jadi melenceng yah. Balik. Selanjutnya Kanzen mengembangkan mesin dan model sendiri sehingga jenis-jenis motornya beraneka. Mulai dari bebek, skuter, turing, sport dan trail. Kanzen pun meraih ISO 9001:2000 untuk kategori Manufacturing of Motorcycle Crank Case dari TUV Certification Body yang berbasis di Jerman. Artinya, produksi proses manufaktur mesin sepeda motor Kanzen sudah mengikuti standar mutu internasional.
Koperasi menawarkan pembelian motor tanpa uang muka dan dengan cicilan lunak bagi seluruh anggota kopkar. Tak lama berselang pihak Kanzen memboyong dua buah motor bebek ke kantor untuk dipajang di lobi. Kanzen Pesona dan Kanzen Spectra. Masing-masing mengusung mesin berkapasitas 100cc. Tidak hanya itu, test drive pun digelar. Kami diberi kesempatan menjajal motor Kanzen.
Siplah. Kami akui Kanzen menelurkan produk berkualitas. Saya tadinya mantap ambil Kanzen Spectra dari kopkar. Dengan harga 8 koma sekian juta sudah dapat motor setaraf Supra-X seharga 12 juta koma sekian rupiah yang pakai rem cakram di roda depan. Teknologinya pun diyakini merupakan penyempurnaan dari rivalnya tersebut. Dua hari sesudah saya booking, ada kabar Kanzen melaunching bebek 110 cc yakni Kanzen Kelana. Saya batalkan pesanan awal dan tukar dengan Kanzen Kelana.
Jadilah saya menerima motor bebek Kanzen Kelana black engine 110 cc di akhir Desember 2003. Power mesin, speed, dan iritnya konsumsi BBM mampu menyamai motor-motor bebek buatan Jepang. Selain itu bodinya juga kokoh, kaki-kakinya alias suspensi cukup kekar. Kestabilan di kecepatan tinggi juga mantap. Lucunya, orang suka meledek “Kelana? Motornya Rhoma Irama nih..” – Biar aje, sa bodo teuing-lah.
Di kantor hanya 3 orang yang punya motor Kanzen. Koesworo pakai bebek Mega Star, Yudhistira ANM Massardi ambil Spectra merah, dan saya sendiri pakai Kelana 110 cc. Dari sini ketahuan juga bahwa masyarakat Indonesia memang ‘malas’ baca. Lebih suka dengar apa kata orang. Bayangkan aja, masak motor saya diramal oleh rekan sekantor pemakai Honda Supra, hanya berusia 3 bulan. "Palingan tiga bulan udah bermasalah". Wah, ketahuan nih, nggak luas pengetahuan dan wawasannya akibat malas baca. Ketahuan nggak bangga sama produk dalam negeri. Minimal tergugah kek rasa ingin tahunya bilamana ada produk negeri sendiri. Ah, pada denger kata orang sih. Orang yang didengar juga belum tentu benar.
Ah sudahlah… bagaimanapun juga akhirnya saya punya motor sendiri. Tidak tergantung sama motor kantor yang udah pada acak kadut. Beberapa waktu berlalu, akhirnya saya sudah tidak keliling lagi dengan motorku ini untuk urusan dinas. Enak aja. Mending dipakai keliling kota atau turing ke pelosok-pelosok dalam rangka liburan. Bener kok, motor ini tangguh. Trouble free, mesinnya nggak rewelan. Bisa diajak nerobos berbagai medan ekstrim seperti banjir, tanjakan terjal, jalanan berpasir, berlumpur, berbatu-batu. Sudah berkali-kali jatuh, tetap saja masih enak diajak bermanuver. Nah, ini bukti ketangguhan produk bangsa kita sendiri.Sumber:http://aryodonk.multiply.com/journal/item/5/KANZEN_MOTOR_TANGGUH_BUATAN_INDONESIA_
Langganan:
Postingan (Atom)